Showing posts with label Mabit. Show all posts
Showing posts with label Mabit. Show all posts

Monday, July 21, 2014

Snowball

Snowball adalah permainan (entah bisa disebut permainan atau tidak) yang gue kenal sekitar empat tahun lalu di acara Aroma Mabit Nurul Fikri saat gue masih aktif-aktifnya. Caranya adalah dengan membentuk lingkaran bersama teman-teman kita, kemudian masing-masing orang diberi kertas. Kertas tersebut dinamai oleh pemiliknya masing-masing, kemudian diberikan ke teman di sebelahnya. Si teman yang mendapat kertas dengan nama kita harus menulis apapun yang berhubungan dengan diri kita, boleh jadi pesan dan kesan, atau sekedar tulisan nggak penting tipikal sahabat yang males bersikap formal, hehehe. Kertas masing-masing orang akan terus diputar sampai kertas tersebut kembali ke si pemiliknya, dengan begitu dia akan mendapat catatan dari semua orang di lingkaran tersebut. Itulah kenapa permainan ini dinamakan snowball~ Menurut gue, sih, permainan ini hanya seru dilakukan bersama orang-orang yang memang sudah mengenal kita dengan baik.

Anyway, semalam gue bersama kawan-kawan Maximilian bermain snowball setelah berbuka puasa bersama. Gue pun iseng membuka notes snowball empat tahun lalu bersama kawan-kawan Aroma, dan gue agak kaget dengan perbedaan komentar yang cukup signifikan tentang diri gue karena ini berarti gue mengalami perubahan karakter yang drastis.

Kesimpulan dari notes snowball kawan-kawan Aroma 4 tahun lalu:
1. Suka Jepang (masih sampai sekarang....)
2. Good singer
3. Kadep yang baik (alhamdulillah, selalu takut sebenarnya dengan tanggung jawab itu dulu)
4. Bawel (that's odd... now, I can barely talk to people haha)
5. Jangan suka begadang
6. Fave teacher 
7. Selalu penuh semangat
8. Seru, rame, asik...
9. Selalu terlihat sangat 'hidup'

Kesimpulan dari catatan kawan-kawan Maximilian yang gue dapat adalah: 
1. Pendiam
2. Harus lebih percaya diri untuk tampil (cuma bisa senyum baca ini)
3. Pemalu
4. Introvert
5. Jangan menyimpan semua hal sendirian
6. Move on (ini 'sih pesan dari orang-orang yg susah move on juga sebenernya 😛)
7. Good singer (yang ini zonk sih karena semua anak Maxi yang notabene padus kan penyanyi juga)
8. Punya sikap dingin dan cuek
9. Best friend (you know who you are guys!! :"))
10. Jangan suka begadang (some things never changed haha)

Entah point of view yang mana yang menggambarkan gue yang sesungguhnya, dan entah bagaimana gue bisa begitu terlihat 'hidup' empat tahun lalu, sedangkan sekarang, sepertinya yang terlihat dari gue hanya seperti zombie berjalan. Mungkin karena empat tahun lalu adalah masa peralihan dari remaja ke dewasa, ada sebuah semangat yang membuncah terhadap tantangan di depan gue. Gue begitu perfeksionis, yang gue inginkan hanya melakukan yang terbaik. Gue bisa berbicara lepas dan banyak dengan orang-orang. Gue tidak pernah sekalipun melewatkan kegiatan kumpul-kumpul bersama dan sebagainya, gue merasa hidup dari energi kuat orang-orang di sekitar gue saat itu. 

Hari ini, saat ini, di masa gue hidup sekarang, gue berubah. Entah sejak kapan gue semakin menikmati kesendirian, dan semakin menghindari keramaian dan pandangan orang-orang. Gue menghindari berbagai ikatan yang terlalu erat dan semakin sulit untuk menyampaikan sesuatu, atau lebih tepatnya merasa tidak perlu untuk menyampaikan sesuatu itu. Semangat membara untuk bersosialisasi yang dulu ada itu seolah padam. Segala target dan cita-cita semakin gue sederhanakan dan hal yang paling gue inginkan sekarang hanyalah ketenangan jiwa dan kesembuhan.

Terkadang gue bertanya-tanya, bagaimana gue bisa begitu hidup dulu? Seolah gue nggak pernah mengalaminya karena gue begitu menikmati diri yang sekarang. Tentu saja yang ada pada diri gue sekarang jadi terlihat negatif di mata orang lain dibanding positifnya. Gue rasa kebanyakan orang lebih menyukai sosok yang talkative dan terbuka. Sedangkan gue jauh dari semua itu. But at the end of the day, I like who I am. I love my solitude and I love my peace. Ramadhan ini, gue semakin merasa terkendali dan semakin merasa bahwa terkadang, kedamaian itu memang didapatkan dari kesendirian, tapi bukan dengan hidup sendiri. Gue tidak bisa hidup sendiri, tapi gue juga tidak bisa hidup dengan terlalu banyak orang.. 

Anyway, the iftar with Maximilian was fun, I think we are blessed with that sense of togetherness that will stick with us until the end, inshaa Allah. Ameen.

Monday, December 30, 2013

Meski Kita Tak Kenal, Merasa Kehilangan

Begitu ajaib bagaimana semesta menghubungkan orang satu dengan orang lainnya, dan menciptakan perasaan sayang dari hati kepada sosok satu dengan lainnya. Seperti yang gue rasakan untuk penyanyi Nasyid itu, Kang Deden... Gue bukan penggemar berat, hanya dua lagu yang gue tahu dari Band Nasyid Edcoustic:

1. Sebiru Hari Ini
2. Aku Ingin Mencintai-Mu

Yang istimewa bukan hubungan gue dengan mereka. Yang istimewa adalah yang menghubungkan gue dengan mereka. Adalah Mabit Nurul Fikri yang mengenalkan gue dengan dua lagu ini, lagu yang kemudian menjadi pengingat akan ukhuwah yang gue miliki bersama Mabiters saat itu dan bagaimana perjuangan yang kami lalui bersama, serta perpisahan yang siap menunggu kami di depan mata. Lagu yang mengingatkan gue untuk selalu kembali kepada Allah setiap kali gue kehilangan arah. Betapa besar makna lagu-lagu tersebut dan cerita di baliknya bagi gue sehingga gue dengarkan berkali-kali. Lalu, tiba-tiba gue dengar kabar bahwa si pelantun lagu itu baru saja berpulang. Entah bagaimana, ada kehilangan dan kesedihan dalam diri gue. Padahal gue nggak kenal Kang Deden, si vokalis itu. Gue juga nggak ngefans seperti layaknya gadis-gadis pada idolanya. Gue hanya senang mendengarkan dua lagu yang dinyanyikannya karena cerita di baliknya. Tapi, rasa sedih itu entah kenapa tetap ada. Aneh sekali bukan, semesta ini seolah ingin mengajak semua orang mengingat bahwa salah satu sosok yang mulia itu telah kembali pulang, dan kami harus berdoa untuknya. Seolah semesta mengajak kami menangis bersama-sama, meski kami tidak kenal, tapi kehilangan itu ada entah bagaimana caranya.

Semoga Kang Deden ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT. Suara merdu nan menyejukkan hati itu akan terus menemani kami semua sambil menunggu gilirannya pulang. Bukan hanya sekedar nyanyian, tapi juga bentuk dakwah. Nyanyia beliau menyentuh hati banyak orang. Selamat jalan, Kang Deden.


Jangan lupa mengirimkan Al-Fatihah untuk Beliau

Sunday, January 27, 2013

I Will Treasure You More

Sometimes things our friends do for us are beyond our expectation. Like what these people did yesterday in order to meet me. They came to my workplace although they know that it's far away from their houses and although they know they had to take quite complicated route and public transportation to get to my place. I've told them they don't need to force themselves and they still could hang out without me, but they refused. We hadn't been able to meet each other for months. The problem was me who never find some time for them, and there had been many plans that got canceled because of me 💔 I'm so sorry.

I couldn't make time for them because of my never-ending activities. I didn't know whether I was really that busy or I was just too lazy to think about which date and time I could make for them. I'm such a terrible friend, but they were so stubborn too, haha. When they finally sacrificed their time in order to meet me, I felt so happy. They said, the point is not the place, the point is we need to meet up, all of us together, to connect our silaturahim, and they'll go to my place no matter how far it is. Hahaha thank you..... 💗


Mia, Tyas, Maya... these precious friends I found at Mabit Nurul Fikri. I shouldn't forget our precious moments after all this time. Thank you for sacrificing so much for me. Thank you for cherishing this friendship. I will treasure you guys more than I ever did from now onwards. Hopefully this bond and friendship will last forever. Thank you so much for staying with me despite me being who I am all this time 💚

Monday, July 2, 2012

Blessings

I've never been this busy for these past few months. Since I joined PSM UIN Jakarta, I spend almost the whole time in college. Alhamdulillah, those activities I've been doing have taught me many things. I need to thank my parents for always supporting me in everything I do, even when they have to pick me up at 10 pm :')

Anyway, few days ago I came to Mabit Nurul Fikri for The Closing of Mabit 2012. I met some of my beloved Aroma friends. It felt so nostalgic. They've become very awesome, mature, cool adults, but they're still the same crazy people like they used to be. I was so happy to meet them again :)

FYI, PSM UIN Jakarta held a concert last Friday called Pasambahan PSM. It was a very simple concert but memorable as always. Thank God for blessing me with such a cool, awesome life. 

Me in the past was a person who love to do nothing and lazing around. I didn't want to involve myself in anything that would made me tired. But now, I've become a totally different person. I love working and I love what I'm doing. I love my routinity as college-student and an active member in organization. Alhamdulillah... :) I was just a normal, boring, ordinary person, but Allah has surround me with extraordinary friends. Thank You so much :D


Tuesday, May 15, 2012

20th~ Finally

Saturday, May 12th, 2012
Hari itu, saya tanpa ada dugaan apapun datang ke Mabit Nurul Fikri untuk acara pembukaan Mabit Intensif 2012 setelah sekian lama nggak bersilaturhami kesana. Dan disana, tiba-tiba kawan-kawan Mabit datang dengan sebuah kue blackforest besar. Saya cuma bisa bengong karena jujur aja, saya nggak menyangka hal itu sama sekali secara udah lama banget nggak ke Mabit, so the surprise was successfully surprised me. Usut punya usut, ternyata mereka merencanakan untuk ngerjain saya di acara Pembukaan itu, tapi karena beberapa kondisi, rencana itu dibatalkan, haha. Thank God :P Anyway, Thank you so much, especially Mami Fitri for baked the cake. XD


Sunday, May 13th 2012
Hari Minggu-nya giliran beberapa kawan dari PSM yang datang ke rumah. Mereka memang sudah bilang kalau mau datang, jadi saya nggak merasa surprise atau apa. Tapi, hal yang saya tidak duga adalah mereka membawa kue ulang tahun vanilla. Bukan apa-apa, kejutan dari sebelumnya nggak membuat saya menduga mereka untuk membawakannya juga. Saya kira mereka cuma akan membawa beberapa makanan kecil seperti biasa dan bukannya kue ulang tahun dengan lilin begitu, hehehe. Dan lagi-lagi, saya cuma bisa bengong sambil salah tingkah di keadaan seperti itu, haha. Thank you so much!! I feel so blessed :D


Saya berkali-kali bersyukur atas garis-garis takdir yang dipertemukan Allah kepada orang-orang ini. Dan yang terpenting, kepada Orangtua yang mempercayai saya untuk mengeksplorasi diri sebebas-bebasnya sehingga saya dipertemukan dengan orang-orang hebat... :')

May 12th, 1992...
.... was the time I born on this earth. Mama selalu bercerita bagaimana dulu Dokter memberitahu Beliau agar tidak berharap banyak pada saya yang saat itu terlahir prematur: 8 bulan, dengan kondisi tubuh belum sempurna dan sangat lemah. Dokter bilang, saya mungkin tidak akan bertahan hidup untuk waktu yang lama.

Time flies~
I'm 20 years old now. I'm totally legal. Meninggalkan umur belasan tahun memberikan perasaan yang agak nyesek sedikit dalam diri saya, hehe. Saya merasa belum melakukan apa-apa selama ini dan cuma bisa nyusahin orang doang. Mencapai usia ini juga membuat saya banyak merenung dan introspeksi diri. Melihat ke belakang membuat saya tersadar betapa bodohnya saya karena begitu banyak waktu yang saya buang untuk menunda-nunda karena merasa masih ada waktu. Dan tiba-tiba... DANG!! Saya berumur 20 tahun, tanpa saya menyadarinya. Ternyata benar, bahwa dunia itu adalah perjalanan yang teramat singkat.

Banyak yang bilang, jangan memandang ke masa lalu terus, itu akan menghambat kita menuju masa depan. Menurut saya, justru kita harus selalu melihat ke belakang untuk mengingatkan kita lagi kesalahan apa yang kita telah lakukan supaya kita tidak melakukannya lagi di masa depan. Experience is the best teacher, indeed. Asal jangan berlarut-larut dan kelamaan galau karena ingat masa lalu :P

Allah has give me a chance to live a bit longer. A chance to change myself to be a better person. I should be grateful for that. I should be grateful for everything He gave to me.

Sunday, April 8, 2012

Things I'm really grateful for...

Friends are amazing. Meeting up with them can refresh your feeling and mind. They feel like family for you. You can talk with them for a long time and never get bored. Maybe there are times when we take a break for a while after a long chat, but it won't last for too long because we will always find new topics or back to the old topics. We won't get tired of doing the same things over and over again as long as we do that with friends. Having lunch in McD will be one of your precious moments just because your friends accompany you. Every little thing you do with your friends will be a precious moment that you want to cherish. Friends are gifts of our lives. They can make your not-so-colorful life filled with a rainbow. Thank God for surrounding me with many great friends. They change my life and my point of view about life and they make me become a better person than I used to be. Thank you, Friends 💗

Saturday, January 28, 2012

Two Wonderful Days...

Friday, January 27th, 2012...


Gue dan Maximilian mendapat kesempatan untuk tampil di acara Partai Bulan Bintang (PBB) mewakili PSM UIN Jakarta. Ini adalah suatu kehormatan bagi kita yang notabene belum resmi menjadi anggota PSM, tapi udah diberi kesempatan tampil di acara yang dihadiri banyak pejabat DPRD, hehehe. Kita menyanyikan tiga lagu, Mars dan Hymne PBB, serta Indonesia Raya. Btw, kita cuma punya waktu seminggu untuk mengenal dan menghapal dua lagu ini. Sampai di hari-H pun masih banyak dari kita yang belum hapal lagu mars-nya. Absurd banget. Tapi alhamdulillah di real event-nya, kita berhasil membawakan lagu itu tanpa ada yang salah \(^o^)/ Seperti biasa, begitu acara selesai, kita langsung foto-foto untuk kenang-kenangan. Jarang-jarang kan mendapat kesempatan untuk tampil cantik dan ganteng dengan jas, blazzer, dan baju formal, hohoho. Pulangnya, kita semua ditraktir kak Arbass, ketua PSM UIN Jakarta, makan di sebuah restoran dekat kampus. Sebenarnya makanan yang mereka sajikan enak, dan lokasinya juga nyaman dan bagus, tapi penyajiannya lama parah. Mungkin ada sekitar tiga jam kita di restoran itu karena makanan yang diantar lama banget. Tiap satu jam sekali 😑 Kompornya cuma satu kali ya, jadi susah buat masakin 60 makanan. Nggak apa-apa deh, kita jadi punya kesempatan buat ngobrol panjang lebar, ketawa-ketawa, foto-foto (lagi!!), hoho.  That day was entirely fun. Lo tau, gue mengenal Maximilian kurang lebih baru sekitar tiga bulan, tapi rasanya seperti udah bertahun-tahun 💗

Saturday, January 28th, 2012...
Hari ini, gue mengajar lagi di Mabit Nurul Fikri. Terakhir kali gue mengajar kurang lebih sekitar setahun yang lalu. Intinya, sudah banyak hal yang gue lupa dari materi Bahasa Indonesia yang gue ajarkan (-_-) Alhamdulillah, sahabat gue, Fadhlia Najmia, yang dulu merupakan kawan sesama pengajar Linguistik mau menemani hari ini. Gue konsultasi soal dan membahas banyak materi sama Mia. Ilmu-ilmu yang sempat terlupakan itu pelan-pelan kembali, hehe. Gue mengajar rombongan A dan B yang kelasnya digabung, and it was really fun. Untungnya gue datang lebih cepat dan sempat belajar dulu sama Mia, jadi bisa menyampaikan materi dengan cukup baik. Meski begitu, ada beberapa materi penting yang gue kurang pahami juga, tapi mabitersnya dengan baik hati menolong, hahaha. Suasana di kelas lumayan terasa santai karena Mia menemani. Maya pun akhirnya juga datang dan membuat kelas gue semakin absurd. Ya, gue memang belum bisa menjadi pengajar yang serius, sih, jadi gue selalu memperlakukan murid-murid gue sebagai teman 😂 Btw, gue diingatkan lagi dengan cita-cita gue untuk menjadi guru. Cita-cita itu masih ada, tapi perlahan mulai meredup. Pengalaman mengajar tadi telah menyalakan kembali cita-cita menjadi guru karena gue memang merasakan kebahagiaan saat mengajar. Tentu masih ada banyak hal yang harus gue pelajari dan perbaiki untuk menjadi guru yang baik, tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana gue mempertahan cita-cita ini dalam diri gue. Ganbarimasu!

Tomorrow is Monday. I'm planning to go to Nurul Fikri again. I bet I will have a fun story again. I hope you have a wonderful day too.

Saturday, January 7, 2012

The Warmth in A Rainy Day

Mabit always has a special place in my heart. Mabit always gives me a warm feeling whenever I'm back to that place after a long journey of my adventures. Today, too, I felt that kind of warmth again...

So, today is the first Saturday of 2012 and I was invited to join in an event which was held by the Department of History. Because last year I also attended this event and it was always fun to be in it, and I also wanted to see the faces of Mabiters of 2012, some fellow friends who are alumni of Mabit Nurul Fikri finally went to this Museum called Museum Gajah. Department of History held their final exam there. I was filled with nostalgic feelings while watching those Mabiters who were studying seriously. Also, it felt nice to see Mabiters of 2011 who have become teachers now. Btw, here are some pictures of our trip at the Museum.




I took most of the pictures because I love photography and I prefer to take pictures than to be the one who gets photographed, so no wonder if I have the least pictures in any photo album. That camera was Maulida's but I was the one who holds it all the time, hehehe.


We got caught in the rain. The weather these days seems unfriendly. Me, Maulida, and our seniors, Kak Farce, Fatimah, and Khodija decided to go back earlier while the other mabiters were still in the middle of their exam. Actually, the five of us went to McD nearby. It was fun too because my seniors are probably three of the most hilarious people in the universe. With them, I will always have fun and laugh a lot. More than that, all of us are into Japanese boybands (I influenced them, actually LOL) so we kept talking about the same topic all the time, hahaha. 

It was a fun Saturday. I was surrounded by warm people. The cold weather didn't feel too cold because of their existence. I think tomorrow will be fun too. I already have some plans. Looking forward to it.

Wednesday, December 28, 2011

Just A Quick Entry Because I Feel Like Writing Now...

Hello, Fellas.... 

Actually, I'm supposed to do my communication assignment right now because the deadline is tomorrow, yet I haven't done any bits of it. I have to write about 5 papers. I don't know how I'm gonna do it in a very short time, lol. Once a deadliner, always deadliner 😆Sorry for being so lazy, but I promise I will do it after I finish this brain meditation, hahaha. Btw, I met Tyas, Maya, and Dewi today. It's been a while. We had a lot of fun talking about many things. Mostly about what each of us has been up to, although I and Tyas were talking about Japanese things most of the time, hahaha.

Today, I also finished watching Proposal Daisakusen, Yamapi's drama. I really want to review it, but definitely not now since I have to prioritize my assignment first. I'm more excited to review this drama now, though, but I just can't 😏

I and Tyas visited Nurul Fikri too because we wanted to meet kak Doloy to exchange our dorama collections, lol. Then, we met some new mabiters there. Aaa... it's been a while too. Always feels like coming home whenever I come to NF 💜

It's 22.53 now. Midnight is getting closer. Yabaaai..... I have to do my assignment now. But wait until this Kirameki no Kanata E song finish, lol... This post is very random. I don't even know why am I still keep writing these unimportant lines. I just feel like writing now. Before I go, I want to say GET WELL SOON to Gadis and Mia's father. Sorry, I still can't find time to pay a visit!! The song has just over. Time to do my assignment. Jaa nee~ 

Thursday, October 27, 2011

Perjalanan di Trans Jakarta bersama Asriana Syarifa Septari

Hari ini untuk alasan yang berhubungan dengan Mabit, gue ke Nurul Fikri. Awalnya cuma berniat menemani Tari, tapi tiba-tiba gue diberitahu bahwa hari ini kita akan ke Nurul Fikri Salemba untuk melakukan beberapa promosi mengenai Mabit Nurul Fikri. Jujur, tadinya gue merasa lumayan males karena gue nggak bawa uang, tapi demi memenuhi kewajiban sebagai Humas Mabit, gue ikut-ikut aja deh. Rencananya, gue, Tari, Luthfi, dan A'im yang akan ke NF Salemba hari ini. Luthfi dan A'im akan naik motor, sedangkan gue dengan Tari akan naik TransJakarta. Kita pun berpisah jalan dan pergi setelah Maghrib. Namun sayang rencana yang sudah disusun tidak berjalan sesuai keinginan dikarenakan macet Jakarta. Jadinya malah begini...


1. Perjalanan dari Halte TransJakarta Duren Tiga ke Halte Halimun lumayan jauh. Alhamdulillah, gue dan Tari dapat tempat duduk, meski nggak bersebelahan. Tapi, dikarenakan macet yang lumayan parah tadi, gue ketiduran. Begitu bangun, ternyata udah jam 7 malam aja. Dengan berbicara menggunakan mimik wajah karena jarak bangku yang lumayan jauh, gue dan Tari memutuskan untuk turun di Halte Halimun dan kembali naik TransJakarta untuk pulang karena nggak akan sempat bagi kita untuk sampai ke NF Salemba yang masih jauh banget dan akan tutup setengah 8. Dengan kata lain, perjalanan kita lumayan sia-sia. Meski begitu, Luthfi dan A'im udah sampai di NF Salemba, jadi kita menyerahkan tugas pada mereka. Gue dan Tari sempat bingung mau balik ke Halte Mampang atau ke Halte Kampung Melayu. Setelah diskusi dengan petugas di halte, kita mendapat pencerahan untuk pergi ke Halte Kampung Melayu untuk menghindari kemacetan. Toh, rumah gue dan Tari bisa ditempuh lewat jalan itu~

2. Dari Halte Halimun, kita harus ke Halte Matraman dulu sebelum menempuh perjalanan menuju Halte Kampung Melayu. Di TransJakarta kali ini, kita nggak dapat tempat duduk, malah berdiri di tengah kerumunan penumpang. Tari terus berbicara di kuping gue mengenai banyak hal absurd, seperti kedua pasangan yang berdiri di sampingnya, dan lain-lain 😆 Berhubung gue dan Tari buta jalan, kita pun sempat bingung Halte Matraman itu yang mana. Setelah berdiskusi dengan berisik berdua di tengah kerumunan, ada bapak baik hati yang memberitahu kita dimana letak Halte Matraman sebenarnya.

3. Turun di Halte Matraman, Tari mencari vending machine karena haus. Kita menemukannya di halte Transjakarta di sebrang. Mesin ini, meski udah dipajang di dalam halte untuk waktu yang lama, kayaknya banyak rakyat Indonesia yang nggak berani menyentuhnya. Terbukti dari cara mereka memandang gue dan Tari yang sibuk mengotak-atik mesin, mencoba mencari tau cara kerjanya. Mungkin orang-orang ini takut uang yang mereka masukkan nggak akan keluar lagi atau salah pencet, ha ha. Gue dan Tari sih berhasil mengeluarkan sebotol freshtea tanpa membuat mesinnya rusak~

4. Gue menarik Tari dengan agak berlari saat mau naik TransJakarta ke arah Otista supaya kita dapat tempat duduk, meski kelihatannya agak zonk sih karena aksi gue yang agak sedikit antusias demi memenangkan bangku, haha. Nggak apa-apalah ya, kan sebelumnya kita udah berdiri terus =w= Pembicaraan yang terjadi masih seputar hal absurd dan random, tapi lumayan seru juga. Kita turun di Otista dan naik angkot 16 di kursi depan. Lalu, dengan random memuji betapa 'bagusnya' angkot yang kita naiki. Pembicaraan ini tentu saja si Tari yang memulai. Begitu sampai di depan gang rumah Tari, kita pun berpisah jalan.

At the end, it was a fun trip and it's so rare for just the two of us to have such a trip, haha. I don't regret it because it was so much fun and many funny things happened, meski cara gue menceritakannya nggak lucu sama sekali. Maklum, gue bukan penulis komedi dan selera humor gue selevel siput, jadi beginilah adanya, haha. Seandainya gue melakukan perjalanan itu sendiri, nggak terbayang betapa zonk-nya gue tadi. Okay, inilah cerita hari ini. Semoga kalian mengalami hari yang menyenangkan juga~ 😆

Sunday, June 5, 2011

I seriously don't know what to write as title


One word for you two, Mia and Maya..... K-A-N-G-E-N!
  This feeling makes me want to cry, somehow.
>.<

Saturday, April 30, 2011

Pembukaan Mabit Intensif 2011, Sleepover, Kegalauan

Halo blog...

Hari ini pembukaan Mabit Intensif 2011 dan acaranya berjalan dengan seru, lho. Tadi ada grup Ganas yang tampil memeriahkan acara. Tapi yang benar-benar membuat acara hidup adalah penampilan tiga mabiters 2011, Arif, Haikal, dan Dicky, yang super duper absurd. Gue dan Risna berkali-kali heboh dan ngakak berduaan di belakang gara-gara melihat aksi tiga adik mabiters kita itu. Mereka super duper kreatif dan kocak, lho. Ada bagian dimana Arif berakting sebagai Mario Teguh, tapi namanya dipelesetin jadi Mario BarDoh (Dohnya sengaja diawali huruf kapital sendiri untuk membentuk kata Doh. Kalau kalian punya plurk, kata doh itu akan berubah menjadi emoticon bergambar orang menepuk jidat, hahaha). Arif tampil apik banget memerankan Mario BarDoh, mirip abis dan super duper absurd. Lalu mereka juga bernyanyi lagu-lagu Islam dan band modern. Bahkan mereka mengubah lagu Pejantan Tangguh-nya Sheila on 7 menjadi Mabiters Tangguh. Liriknya juga mereka ubah jadi bercerita tentang mabiters gitu. Kereeen~

Ajari aku 'tuk jadi mabiters tangguh, mungkin terlalu lama aku t'lah bersembunyi
Menatap nilai TO pun aku tak mampu, soal SNMPTN pun terlalu susah untukku

Itu adalah sedikit potongan lirik yang mereka ubah (maaf kalau agak-agak salah, hehehe). Mabiters 2011 juga membuat video yang berisi slide foto-foto kenangan mereka selama lima bulan berada di Mabit, foto yang berisi kebersamaan dan persahabatan mereka. Lalu, mereka juga memasukkan foto-foto kenangan Mabit dari angkatan atas, termasuk angkatan 2010, angkatan Mabit gue. Whoaah.... videonya membuat gue mengingat lagi masa-masa indah yang dulu. Kalian keren, Equation (Mabiters 2011), semoga kalian semua diterima di PTN yang diinginkan tahun ini. Jaga ukhuwah kalian ya, dan tetap semangat. Bismillah... Ingat bahwa kalian satu tujuan~

Sekarang gue udah di tempat tidur tersayang. Disamping gue, si Nurisna Hasanah sedang tertidur pulas. Iya, dia menginap lagi di rumah karena udah kemaleman untuk pulang ke rumahnya yang super jauh itu. Sebelum tidur tadi, Risna lagi belajar sebenarnya, tapi gue malah mengganggunya dengan berinternet ria dan dia pun malah ikut-ikutan browsing hal-hal nggak penting sama gue dan melupakan buku pelajarannya, hahaha. I'm a bad influence, right? -__-

Btw, karena Mabit Intensif 2011 sudah dibuka, berarti sudah semakin dekat waktunya untuk gue mulai mengurus TO Intensif Mabit. Iya, inilah penyebab kegalauan gue. Gue belum cetak kartu registrasi lho, padahal deadlinenya dua hari yang lalu. Tadinya mau cetak hari ini sama Kak Hen, tapi nggak jadi karena akhirnya kita malah nonton Pembukaan. Akhirnya baru besok deh, kita akan ke percetakan. Aaa, when will I stop being a deadliner? >.< 

Yah, cukup sekian keluh dan kesah hari ini, ya... Sekarang udah jam 1 pagi dan gue harus tidur. Eh, tapi kayaknya sih gue nggak bakal tidur karena ada banyak file Hey!Say!JUMP yang harus gue download, hahaha. Sumpah, nggak penting abis. Okay, then bye bye~

Wednesday, April 27, 2011

Because It's My Passion

Kemarin, tanggal 27 April 2011, ODC Mabit akhirnya dilaksanakan. ODC (One Day Care) adalah kegiatan di Mabit yang dilaksanakan sebelum memulai intensif, dimana semua mabiters ditaruh di beberapa ruangan dalam beberapa kelompok dimulai dari sore hingga tengah malah hari untuk belajar. Departemen Linguistik mendapat sesi jam setengah tujuh malam hingga jam sepuluh malam. Gue merasa amat sangat malas, awalnya. Kenapa? Gue nggak ada ide sedikitpun mengenai apa-apa yang akan dilakukan selama mengisi sesi itu. Ditambah penyakit gatal-gatal alergi karena dingin dan kecapekan sedang menyerang, Gue semakin malas untuk berangkat ke Nurul Fikri sore itu. Rasanya tiduran di rumah akan lebih menyenangkan daripada harus mengisi sesi di ODC.

Gue berniat memakai alasan gatal-gatal ini untuk tidak datang. Tapi... yah, seperti biasa, Gue tidak bisa. Mengingat lagi bahwa pengajar Linguistik hanya sedikit dan hampir semuanya sibuk, sebagai Kadep, akhirnya memutuskan untuk berangkat juga ke NF, tentu saja gue terus garuk-garuk badan karena penyakit yang semakin parah. Di Nurul Fikri, kak Ardi, Annisa, dan Mia, pengajar Linguistik yang lain, ternyata datang. Gue merasa lega meski kita tidak tahu apa yang akan kita lakukan selama mengisi kelas nanti. Tapi, gue pikir, "kita lakukan secara spontan saja, deh."

Masih dalam keadaan bergatal-gatal, gue bersama tiga pengajar Linguistik lain mengisi sesi di kelas Day dan One. Kita memutuskan untuk membahas soal di buku NF. Melihat mereka, rasa malas gue sirna. Gue malah jadi bersenang-senang. Mengobrol, bercanda, dan sesekali membantu mereka menjawab pertanyaan di buku soal. Menyenangkan. Gue jadi tidak menyesal karena sudah datang. Memang selalu seperti ini. Berada di Mabit entah bagaimana selalu membawakan perasaan tenang, nyaman, dan senang untuk gue. Berinteraksi dengan para Mabiters itu membuat gue mengingat kembali bahwa gue ingin menjadi guru. Semua keluh kesah dan rasa malas hilang begitu saja hanya karena menghabiskan waktu dengan mereka.

Mungkin karena ini adalah passion. Mengajar dan menjadi guru adalah cita-cita. Dan meski sekarang gue masih jauh dari level seorang pengajar ataupun guru yang baik, berinteraksi dengan mereka membangkitkan kembali semangat gue. Gue jadi menangkap pelajaran dari rasa malas kemarin: Sebelum berkeluh kesah, sebaiknya kita mencoba untuk melakukan dulu karena bisa jadi hal yang kita khawatirkan tidak seburuk yang kelihatannya. Lebih dari itu, kita bisa membuat sesuatu yang buruk itu menjadi baik, tergantung bagaimana kita melihatnya. Selama kita mengerjakannya dengan lapang dada, kita pasti merasa tak terbebani~

Tuesday, April 5, 2011

HAPPY BIRTHDAY, MOTHERS OF AROMA!

Bunda and Mami
So, today, April 5 in 2011 is the birthday of two mothers in Aroma, Dewi Apriliani and Fitri Suhada. What a great coincidence, hahaha... This is really interesting for me. Two mothers: Bunda Dewi and Mami Fitri. Yes, Aroma has two beautiful mothers, something that we can be proud of, probably, hahaha. Thanks, Bunda for taking care of all of us and guide us the right way, for always cook us so many delicious foods (your cooking is one of the best in the world), for being such a great mother because I know it's not easy to take care of Aroma which filled with so many absurd people (including you two), hehe. And for Mami Fitri, thanks for being such a cool mother who always joins us in doing many silly things, who always teach us math (although I never can understand because I really don't like that lesson -_-)... Hmm, writing this has brought me back to the old times when we were still mabiters. You two are two weird combinations yet you two were chosen to be our mothers, wasn't that strange and cool at the same time? Hehehe I love you guys, Bunda and Mami. May Allah always is with you (I'm sure He will), hopefully, all of us and Aroma will have a chance to gather together again. Ahh... This is so nostalgic, now I remember all the good/bad times we've ever had. Anyway, HAPPY BIRTHDAY MOTHERS! For Bunda, stay strong, stay beautiful, and do your best in your college. For Mami, don't eat too much noodles, you'll break your tummies. Eat more healthy foods. For you two, please, don't ever get tired of being mothers of Aroma. We love you! 

Sunday, March 27, 2011

My Busy Days Have Already Started Again

Hi there, blog...

Today is Monday in my country and the weather is quite friendly. Nice. Hey, sekarang gue udah di rumah lho, padahal ini masih jam 12 siang. Sebenarnya begini: Tadi pagi gue bangun kesiangan, sekitar jam enam pagi, jadi gue merasa akan terlambat masuk kelas pertama jam setengah delapan. Gue pun memutuskan untuk melanjutkan tidur dan masuk ke jam terakhir aja karena hari ini cuma ada dua mata kuliah. Well, can you see that I was just looking for an excuse for my laziness? Hahaha... Padahal kalau mau, bisa aja kan buru-buru mandi dan langsung cabut ke kampus. Kalau mau...~  Tapi nggak papa juga sih, toh ternyata dosen jam pertama itu nggak datang. So, I got up at 9 am and went to my college at around 10 am. But you know what... the lecturer of Kalam Science just dropped by at our class for less than 5 minutes. He said he has an important meeting to do so he gotta go. Haaah... tahu gitu, nggak usah ke kampus sekalian. 

Anyway, my busy days have already started again. Gue adalah pengajar Linguistik di Mabit Nurul Fikri, organisasi yang dijalankan oleh sekumpulan mahasiswa di Jakarta yang ada dibawah bimbingan belajar Nurul Fikri. Dan sebentar lagi, Mabit akan masuk ke tahap Mabit Intensif setelah kurang lebih tujuh bulan menjalankan Mabit Regular. So far, Mabit Regular berjalan dengan baik dan lancar. Nah, Mabit Intensif adalah langkah selanjutnya dalam sistem pembelajaran untuk anak-anak kelas tiga SMA yang tergabung di Mabit NF ini. Cuma sebulan sih, dari akhir April hingga Mei. Tapi selama sebulan itu, kami para staff Mabit harus membuat sedemikian kegiatan yang nggak sederhana untuk diikuti para Mabiters ini, demi mendukung sistem pembelajaran mereka juga. Gue dan departemen sendiri harus mengatur TO Mabit Intensif yang sama sekali nggak sederhana. But I'm sure I can do it, bismillah. Btw, waktu gue jadi mabiters dulu, Mabit Intensif adalah salah satu momen dan pengalaman tak terlupakan yang pernah terjadi. Even until now, I still treasure it as one of the most precious moments in my life. Jadi, sekarang giliran kami mengatur momen ini untuk Mabiters 2011 dan menjadikannya sebagai moment yang berharga juga bagi mereka. Trust me, you're gonna love it. Karena kegiatan Mabit Intensif sangat bervariasi dan akan lebih mempererat ukhuwah kalian, insya Allah.

Salah satu momennya adalah, kamu dan teman-temanmu akan dibangunkan sekitar jam tiga pagi untuk masuk kelas dan belajar. Super sekali, kan. Tapi semua itu menyenangkan karena kita nggak melakukannya sendirian. Well, just wait and see. Selain Mabit, tugas-tugas di kuliah juga mulai bertambah banyak, dan untungnya aja tugas-tugas itu cukup menarik sehingga gue nggak merasa bosan mengerjakannya. Toh, gue udah berjanji untuk menjadi mahasiswa yang lebih baik di semester ini. Gue juga sedang berlatih menjadi editor novel. Sekarang ini gue sedang mengedit novel Teh Tarik sahabat Saya, kak Dyah (@d_naderian) dan memposting setiap chapter di blognya. Sebelumnya, gue harus melakukan editing disana-sini dulu. Gue nggak mengubah semua ceritanya kok. Yang gue lakukan cuma mengedit kata-kata yang nggak pas, menambah kata-kata dan adegan yang perlu, memperbaki EYD, dan semacamnya. Kamu bisa baca novel itu di blog kak Dyah, http://deenader.blogspot.com/ It's a simple love story inspired by true events. It's pretty entertaining you know, dan gue jadi belajar banyak tentang menulis karena udah hampir dua tahun nggak pernah nulis novel lagi. Hmm... Apalagi ya? 

Oh, adik gue, Nanda, sebentar lagi akan mengikuti Ujian Nasional SMP. Gue diberi tugas oleh nyokab untuk mengajari dia Bahasa Inggris dan Indonesia dan beberapa pelajaran IPS lainnya karena dia itu lumayan pemalas. And trust me, teaching high school students in Mabit is way easier than teaching my brother. At least those Mabiters have courage to study. But my brother... all he wants to do is just playing around or reading China and Japan histories. Seriusan, adik gue itu 'terobsesi' dengan sejarah-sejarah China dan Jepang. Dia bisa menghabiskan buku yang tebalnya melebihi Harry Potter, such as Samkok and Taiko dalam waktu tiga hari. Dan dia bisa mengingat hal-hal penting dalam buku-buku itu. Dia cukup pintar sebenarnya, terutama dalam hal yang dia sukai. Tapi Nanda sama sekali nggak mau menyentuh buku pelajarannya karena menurutnya, membosankan.

Sebulan ini gue juga disuruh mengawasi dia agar nggak menyentuh playstation dan komputer dulu, hehe. But hey, I'm enjoying it, even though doing nothing fits me more, hahaha. Fyi, sekarang gue sedang memperdalam kemampuan bahasa Inggris gue. Gue membeli sebuah novel berbahasa Inggris, judulnya Diary of the Wimpy Kid. Lucu dan sangat mudah dimengerti, meski gue harus berkali-kali nengok ke kamus untuk nyari kata-kata asing yang gue nggak ngerti. Tapi gue jadi makin terbiasa dengan bahasa Inggris. I'm planning to buy more books in English so I can get myself used to the language and be better at it. Hehe...

So, guys... enjoy your youth and fill it with useful things. Don't waste it and treasure it. Have a great day. Jaa nee~

Sunday, November 21, 2010

Day #30 Penutupan Departemen Linguistik

Ujian Integrasi di Universitas Indonesia

Akhirnya saat ini tiba juga. Saat dimana gue selesai mengajar Departemen Linguistik untuk rombongan A dan B Mabit Nurul Fikri 2011. Sejujurnya, ini adalah hari yang gue tunggu-tunggu.

Gue sering mengeluh betapa repotnya menjadi pengajar, terutama pengajar Mabit. Apalagi gue mengemban amanah sebagai Ketua Department Linguistik. Maka beban gue menjadi semakin berat. Setiap selesai mengajar atau sesi Kakak Asuh pun, gue selalu dibebani rasa bersalah. bertanya-tanya, apakah ilmu yang baru gue sampaikan ke mereka sudah cukup jelas? Apakah cara mengajar gue tadi cukup jelas? Ya, perasaan cemas dan takut atas tanggung jawab yang besar karena gue harus mengajarkan sesuatu yang akan membantu mereka dalam mengejar mimpi mereka, yaitu mendapatkan Perguruan Tinggi Negeri yang mereka inginkan.

Yah, meski saat mengajar ataupun sesi Kakak Asuh, gue menjalaninya dengan santai dan menikmatinya dengan sepenuh hati, tapi saat sudah di rumah, atau saat semuanya selesai, gue selalu mengingat lagi apa yang sudah gue coba berikan kepada mereka; Mabiters 2011. Apakah cukup baik? Ataukah hanya membawa mereka pada kesesatan?

Kelas reguler, sesi Kakak Asuh, dan ujian departemen telah kami lewati. Semua melelahkan, merepotkan, menyusahkan, tapi terasa sangat menyenangkan di saat yang bersamaan. Berinteraksi dengan Mabiters yang umurnya tidak jauh berbeda, mereka yang saat ini sibuk mengejar mimpi mereka, persis seperti gue dulu saat masih menjadi mabiters, memberikan sensasi perasaan yang menyenangkan. Nggak bisa dijelaskan, tapi gue tau ini akan jadi salah satu perasaan yang nggak akan bisa dilupakan seumur hidup.

Gue nggak pernah sekalipun menganggap mereka murid karena gue belum merasa pantas menyebut diri sebagai guru. Gue menganggap mereka sebagai teman dan berinteraksi dengan mereka sebagai teman juga. Selama mengajar di rombongan A dan B yang dipenuhi oleh orang-orang hebat ini, gue sadar gue memiliki sangat banyak kelemahan, terutama dalam hal mengajar. Oleh karena itu, moment Penutupan Departemen Linguistik ini gue gunakan untuk meminta maaf kepada mereka. Mereka adalah orang-orang hebat yang memiliki analisis tinggi dan kritik mereka sangat membangun. Gue merasa tertampar, tapi sekaligus tersemangati. Gue dan para pengajar Linguistik meminta maaf kepada kalian para mabiters rombongan A dan B atas segala kekurangan dan ketidaksempurnaan kami. Gue juga berterimakasih banget atas kritik dan saran kalian, dan keterbukaan kalian serta keramahan kalian selama ini. Kalian bahkan masih menyempatkan diri untuk membuat hadiah untuk Departemen Linguistik.

Sumpah, speechless karena baru kali itu gue merasa amat sangat dihargai, padahal banyak kesalahan yang telah kita perbuat. Makasih banyak ya, Aroma dan Rombeng. Bismillah, Insha Allah kalian diterima di PTN yang kalian impikan. ❤
Bersama Pengajar
Kenang-kenangan dari Mabiters Romb. A dan B :)

Sunday, November 7, 2010

Day #25 Mabit Nurul Fikri



Beberapa dari teman-teman menanyakan, apa itu Mabit Nurul Fikri? Secara gue cukup sering membicarakan organisasi ini di berbagai tulisan, baiklah, sekarang akan gue ceritakan yang gue tahu. Jadi, postingan kali ini akan cukup panjang. Enjoy...

Kelas 3 SMA, gue mengikuti bimbingan belajar Nurul Fikri yang bertempat di Mampang. Untuk mendapatkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia bukanlah hal yang mudah. Apalagi mengingat kemampuan otak gue yang... standar 😒 ... Jelas sekali kalau gue perlu ekstra usaha.

Nah, Nurul Fikri sama dengan Bimbingan Belajar lainnya, tapi yang membedakan adalah keberadaan Mabit di dalamnya. Mabit, singkatan dari Malam Belajar Iman dan Takwa. Gue tahu organisasi ini dari Mas Inu yang dulu masuk Mabit di angkatan 2008. Dia adalah salah satu alumni Mabit Nurul Fikri. Lalu, dia menyarankan gue untuk bergabung juga. Dan ternyata, banyak juga anak NF yang tertarik mengikuti Mabit. Anak-anak yang ikut Mabit bukan hanya berasal dari NF Mampang aja. Ada sebagian dari mereka yang jauh-jauh dari NF Cibubur, Pasar Minggu, Akses Depok, dan lainnya, ikut bergabung di Mabit Nurul Fikri.

Di Mabit terdapat 4 rombongan. A (Aroma), B (Rombeng), C (Ronceng), dan D (Rondeng). Gue masuk kelas Aroma, kelas khusus untuk anak-anak yang akan mengambil jurusan IPS di Universitas nanti. Sedangkan kelas-kelas lainnya adalah kelas untuk yang akan mengambil jurusan IPA. Di Mabit, terdapat 9 Departemen: Linguistik, Matematika, Kimia, Fisika, Hayati, Ekonomi, Geografi, Sejarah, IT. Di angkatan gue, Aroma dan Rombeng mendapat Departemen Linguistik untuk bulan pertama, sedangkan Ronceng dan Rondeng Departemen Matematika.

Sejak awal departemen, kelas Aroma selalu ditemani oleh dua senior sekaligus pengajar dari angkatan 2008 di hampir setiap pelajaran. Mereka adalah Kak Usman Ben Kumoring dan Kak Hendry Ma'ruf. Singkatnya, kami menjalani Mabit setiap hari Sabtu-Minggu. Untuk hari Sabtu, Ikhwan (cowok) dan Akhwat (cewek) digabung. Kami belajar hingga jam setengah 10 malam, lalu Akhwatnya boleh pulang dan melanjutkan pelajaran di hari Minggu pada jam yang sama. Sedangkan bagi Ikhwan akan menginap di NF, melanjutkan belajar pada jam 1 pagi sampai jam 3 pagi.

Awalnya, gue, seperti biasa, tidak banyak bicara. Lebih senang duduk di belakang dan tidak bergabung dengan teman-teman serombongan. Ditambah lagi, orang-orang yang ada di Mabit Nurul Fikri adalah orang-orang LUAR BIASA yang cerdas, aktif, dan kritis. Tujuan kami disini sama, ingin mendapatkan PTN dengan jurusan idaman. Belajar di Mabit HARUS saling mengajarkan satu sama lain demi mewujudkan cita-cita kami bersama.

Di Mabit tentunya juga terjadi "seleksi alam". Seleksi alam ini terjadi pada mereka yang tidak bertahan hingga proses akhir Mabit karena Mabit memang lebih berat dari Bimbingan Belajar lain. Tugas-tugas yang diberikan lebih banyak dibanding tugas sekolah, dan kekuatan mental kita juga teruji berat disini karena ujian yang Mabit lakukan di setiap akhir departemen lebih berat daripada ujian Sekolah ataupun UN. Ujian di Mabit memaksa kita untuk mengerti pelajaran karena kita harus menjelaskannya langsung di depan pengajar Mabit dan teman-teman kita. Tapi bukan berarti Mabit itu eksklusif atau hanya untuk orang-orang cerdas saja. Justru tidak.

Banyak teman-teman di awal-awal rombongan yang akhirnya keluar dari Mabit dengan berbagai alasan: tidak diizinkan orang tua, ingin belajar sendiri, dll. Gue bisa bertahan sampai akhir pun bukan karena gue pintar, cerdas, atau hebat. Gue merasa nyaman. Segala remedial yang selalu gue jalani di setiap ujian, gue jalani saja. Toh, gue tidak sendirian. Ada banyak sekali yang harus remedial di akhir ujian, dan hanya segelintir orang yang lulus. Dan segelintir orang itu bukanlah orang sombong. Justru mereka adalah orang-orang luar biasa yang bersedia mengajarkan kami semua jika kami tidak bisa. Pertemanan yang membuat kita menjadi lebih baik ❤

Di Mabit juga terdapat sistem Kakak Asuh, yaitu para pengajar berfungsi seperti pembimbing khusus untuk kami. Dari sebuah rombongan itu, akan dibagi beberapa kelompok kecil, lalu diberikan Kakak Asuh yang berbeda dari departemen satu ke departemen lainnya. Kakak Asuh inilah yang akan mengajarkan kita lebih dalam lagi tentang pelajaran yang kita tidak mengerti.

Singkatnya, kami menjalani rutinitas Sabtu-Minggu belajar, Kakak Asuh, dan ujian di akhir bulan, kurang lebih selama 6 bulan hingga departemen terakhir. Kadang, kami jalan-jalan ke suatu tempat jika merasa jenuh belajar di NF. Setelah masa 6 bulan itu, kami para Mabiters akan melakukan berbagai kegiatan seru sekaligus belajar. Kegiatan-kegiatan itu memaksa kami untuk saling mengenal satu sama lain. Saling bekerja sama, membantu, dan bahkan, kami merasakan susah senang bersama di Mabit.

Dari rombongan sendiri, kita mulai mengenal rombongan lain. Kita dilibatkan dalam kegiatan yang memaksa kami untuk mengenal semua angkatan. Di tahun 2010, nama angkatan kami adalah Auxiliary (Adolescent Ukhuwah Extra Islamic Creative Youth) dengan motto: "Bangun, Berdiri, Berlari, Kejar Mimpi dengan Hati! Allahuakbar!" Kami selalu meneriakkan motto ini bersama-sama di setiap kesempatan, kejadian, dan hal yang kami lakukan. Salah satu bagian hidup yang akan gue ingat hingga tua 💚

Sedikit sejarah: Mabit didirikan oleh Dr. Dion Firly di tahun 2002. Dia dulunya sama seperti kita, siswa NF. Lalu, dia dan dua orang temannya belajar di Mushollah NF hingga akhir malam, lupa waktu karena keasyikan belajar. Dan dari situlah, ia akhirnya sering tinggal di NF bersama kawan-kawannya, yang makin lama makin banyak, belajar hingga pagi demi meraih PTN. Dan dari sanalah terbentuk Mabit Nurul Fikri. Dimulai dari tahun 2002 dan terus berjalan hingga sekarang, semakin berkembang dengan berbagai kegiatan di dalamnya dan dijalankan oleh generasi baru setiap tahun. Para alumni Mabit yang sebagian memutuskan untuk menjadi Pengajar di Mabit Nurul Fikri dan melanjutkan perjuangan  Kak Dion. Menciptakan kisah baru bagi generasi-generasi muda.

"Teman yang baik adalah teman yang akan mendukungmu menjadi lebih baik."

Tuesday, August 17, 2010

I Really Miss My 'Zonk' Family

I just wanna explode my feeling.

I MISS MY MABIT FRIENDS SO MUCH!

It's been almost a week I haven't meet them again. I miss every single zonk thing that we've ever done. And I've been spending the night remembering the good old times with them (what a waste of time, yea I know)

- I miss Tari's cleverness 
And she uses her clever brain to do absurd things which always makes me laugh, like... doing banana dance, and the way she said 'I'm cooler than you.'

- I miss Maya's cheek and her funny laughter 
I want to pinch her cheek as much as I want in a day. I miss the way she always laughs at something that... actually not funny 😅

- I miss Mia's beauty class
I miss the way she explains to us how to keep our face healthy. The way she rolled her eyes when we did weird things is fun too.

- I miss Tyas's random curhat
She always tells me about her problems, from the simplest thing until the hardest ones. We really do have a lot of things in common after all

- I Miss Bunda Dewi's gentleness
I miss the way she told me some weird jokes and the way she treated us like we're really her children 

- I miss Mami Fitri's poker face
I miss her cool attitude and the way she called me 'Chacha Maricha hey hey' and how naturally good her voice sounds when she sings

- I miss Gadis's wisdom
I miss her wise words and her voice. And how she always comes up with brilliant ideas when it's needed

- I miss Helda's late laughter 
She always late to laugh at the jokes that we made and that's utterly funny 

- I miss Nindy's shyness
I miss her awkwardness and how she tried to say what's on her mind to us

I miss Aroma, I miss Mabit, I miss Zonk seniors : Kak Hendry, Kak Usman, Kak Jaka, Kak Khodija, Kak Farce, Kak Fatimah, Kak Risa... and other zonk teachers which I can't mention one by one.

I miss Mabit!!!


Okay.. enough. I guess you get the point. I'm desperately missing every single one of you guys.
Can we meet again and have some random Jdrama marathon?

Friday, July 23, 2010

Tentang Kadep-kadepan Ini...

Actually, I've been busy these days. And most of my time have been spent in Mabit Nurul Fikri. Ahh ada banyak cerita seru sebenarnya, tapi nggak akan cukup satu judul doang *lebih tepatnya.. gue males 😝

Nah, beberapa hari yang lalu diadakan Dauroh Pengajar Mabit Nurul Fikri. Singkatnya, ini pelatihan buat calon pengajar baru untuk generasi Mabit 2011. Otomatis gue yang udah mendaftar harus ikut dan di Dauroh itu jugalah ditentukan struktur pengajar dan jabatan-jabatan baru untuk kepengurusan Mabit 2011. Dan dari situ juga dipilihlah Kepala Departemen (Kadep) untuk masing-masing Departemen di Mabit 2011.

Dan... entah bagaimana... gue dipilih jadi salah satu Kadep itu, yakni Kepala Departemen Linguistik 2011. Yak... Kepala Departemen... Ketua Departemen... Pemimpin Departemen...

WHAT ON EART WAS HAPPENING??? I'M NOT EVEN A GOOD SPEAKER!! AND THEY CHOSE ME AS A LEADER? LEADER? LEADER...???!!!!!!

Okay, that was too much maybe... but seriously, I'm scared. Really really scared.

Gue udah tau dari lama desas-desus gue akan dipilih jadi Kadep, tapi gue pikir that was a joke atau akan ada orang lain yang jauh lebih baik yang bisa dipilih sebagai Kadep. Bukan bermaksud merendahkan diri, tapi gue emang merasa belum cukup baik dari segi sifat, ilmu, sikap, dan akhlak untuk menjadi seorang Kepala Departemen. Apalagi Mabit. Suatu organisasi yang menurut gue termasuk hebat dan penuh orang-orang luar biasa.

Awalnya gue mau menolak terus menerus tawaran itu karena gue merasa takut dengan tanggung jawab yang terlalu besar. Tapi, lalu... Kak Dion, Bang Jaka, Kak Ardi, mereka mengatakan hal-hal yang meruntuhkan iman untuk mundur...

"Kalau kita nggak berani mengambil resiko, kita nggak akan pernah belajar. Kalau kita terus takut, kita nggak akan maju kemana-mana. Percaya deh, banyak yang akan membantu kamu. Kamu hanya harus percaya sama diri kamu sendiri. Jangan egois karena ketakutan kamu. Kamu pasti bisa. Bahkan mungkin tugas Kepemimpinan ini akan membuat kamu belajar dan justru membuat kamu menjadi orang yang lebih baik. Kamu cuma harus percaya sama diri kamu sendiri dan yakin." 

Yah, lalu gue berpikir. Iya ya, apa gue ambil aja tanggung jawab ini. Mungkin gue akan bisa belajar. Gue juga nggak mau egois dan jadi cemen. Yep, that was what I thought.

Tapi lalu ada hal lain juga yang mengganggu gue. 

"An, this is not a movie where you can take a chance bravely and make everything goes well. Lo kira segampang itu? And btw, don't forget... you're such a childish person. Pikiran lo masih dangkal. There is no way to be a leader. At least not now. Lo belum pernah jadi pemimpin dan tiba-tiba dikasih tanggung jawab besar menjadi Kepala Departemen. Itu bukan tugas main-main. Lebih efektif kalau lo belajar dari hal-hal kecil dulu, dan bukannya langsung jadi Kadep."

Yep, gue sangat setuju dgn pikiran itu. Tapi... justru kedua pendapat itu membuat gue bimbang dan berpikir : "Sebenernya apa sih pemimpin itu? Sebenernya apa sih yang harus gue lakukan untuk bisa belajar? Apakah salah kalau gue langsung mengambil langkah dengan menerima jabatan sebagai Kadep, padahal jadi Kakak Asuh aja masih merasa kurang." 

Tapi karena gue udah mengambil keputusan, gue nggak bisa menyesalinya.

TAKUT!

Gue akui itu. Gue merasakan kekhawatiran bahwa diri ini belum cukup punya modal untuk menjadi pemimpin. Tapi, salahkah orang yang nggak punya modal seperti gue berusaha untuk PD dan berani mengambil langkah itu? Ataukah memang benar bahwa gue harusnya menunggu dan belajar pelan-pelan untuk melalui tahap demi tahap suatu perkembangan? Apakah salah kalau gue langsung melompati beberapa tahap perkembangan itu? Tapi, bukankah mungkin dalam proses gue berusaha menjadi Kadep itu nanti, gue akan belajar? Tapi apakah itu yang dibutuhkan sebagai seorang pemimpin? Bukankah pemimpin harusnya adalah orang yang udah siap dari awal dengan segala modal dan kesanggupan? 

Lalu... salahkan kalau orang yang belum cukup mampu seperti gue menjadi pemimpin dan belajar pelan-pelan selagi menjalankan tugas itu? Ataukah sebenarnya pemimpin yang dibutuhkan bukanlah pemimpin yang masih dalam tahap belajar? Ah muter-muter aja terus disitu, An! 😡

Thursday, May 20, 2010

Mabit Intensive (Stase at Akses UI)

This is not good... this is really not good. I'm getting lazy... 😐

No no no, not because of Mabit Intensive at Stase UI yang baru kemaren gue ikuti. Tapi, justru karena sekarang gue udah berada di rumah. Di surga dunia... and seriously, berada di rumah malah bikin gue males-malesan. Mungkin karena keadaan rumah yang terlalu nyaman sehingga bawaannya bikin mau tidur dan santai terus. 

Ini GAWAT (-_-")

GAWAT... Karena baru dua minggu kemaren gue berubah jadi anak yang rajin banget: sholat lima waktu (yang ini emang wajib sih jadi nggak boleh males 😈), selalu ngerjain Problem Set NF sampai abis, berkali-kali minta ajarin teman materi yang gue belum ngerti, dan terus begitu. Dua minggu kemarin selama liburan, waktu bener-bener nggak terbuang sia-sia. Yah, mungkin karena gue ikut Mabit Intensive kali ya, hehe. I've told you before about it, right? Pokoknya, minggu kemarin jadwal gue nginep di Nurul Fikri Mampang. Dan tanpa pengawasan kakak pengajar mabit. Dengan kata lain, kita dilatih buat belajar bertanggung jawab menjaga NF dan belajar mendisiplinkan diri sendiri *asek... 

Di NF Mampang, karena nggak ada TV dan hiburan remaja lainnya selain teman-teman Aroma, maka nggak mungkin kan kita cuma ngabisin waktu dengan malas-malasan doang. Dan lagipula kita harus menyelesaikan level-level di Buku Ketentuan Mabit Intensive. Jadi, kita dipaksa untuk rajin. Plus, kita semua para Mabiters juga ingat bahwa UMB (Ujian Masuk Bersama) makin dekat. Kita harus belajar dan saling mengajari 😉

Nah, minggu ini, Aroma dapat Stase (nginep) di Akses Universitas Indonesia. Intinya, kita nggak boleh ikut les di NF Mampang, melainkan NF Akses yang letaknya dekat Fakultas Teknik UI. Para kakak Mabit udah menyewa sebuah rumah buat Aroma dan Ronceng (rombongan C yang satu Stase dengan kita) di dalam UI itu. UI itu luas, dan ada perumahan juga di dalamnya. Kita menginap disana.. tapi di kampung-kampungnya. Dan rumah itu benar-benar KOSONG MELOMPONG. Rumah sederhana yang bagus, tapi tanpa perabotan. Kita harus bawa selimut dan bantal sendiri kalau mau nyaman. Gue pribadi sih nggak bawa benda-benda itu. Cuma baju, buku-buku, dan peralatan mandi. Itu aja udah bikin satu tas Hellorwin penuh dan berat. Jadi, alas tidurnya numpang sama yang lain (nggak mau susah nih begini).

Berhubung di Kontrakan itu nggak ada TV dll, kita semua jadi nggak punya hal lain untuk dilakukan selain belajar. Well, emang tujuan kita dikirim ke UI bukan buat piknik, tapi belajar bertanggung jawab dan mandiri, hehe. Tapi berhubung semua pada bawa HP, kita masih bisa Internetan. Tapi, sepertinya kapasitas Internetan gue dan Maya (temen Mabit yang aneh banget tapi kocak) sedikit berlebihan. Di hari pertama, kita jadi rada malas gitu... tapi, alhamdulillah diingatkan oleh kakak Mabit yang baik hati. Dan kita pun memutuskan untuk nggak Internetan sampai UMB selesai (this is really hard for me... but I have no choice (>_<))

Yah, alhamdulillah sih karena aturan itu, gue jadi punya banyak waktu buat minta diajarin teman-teman dan hasilnya, gue merasa otak sedikit... emm... terisi 😆 Tapi buat Matematika, my brain really won't work with me. Nggak ngerti sama sekali meski dijelasin berkali-kali jugaaaa *stupid stupid stupid* tapi yaudah deh. Semoga lima pelajaran lainnya bisa menolong (amieeen)

Btw, di Mabit Intesif, gue terbiasa bangun duluan daripada matahari lho karena kita sholat shubuh berjamaah dan nggak tidur lagi setelahnyaaa... and that really makes me feel even more fresh. Padahal tidurnya cuma dua atau malah satu jam sehari. Apalagi dengan insomnia ini, yang lain udah molor jam satu malem, gue baru molor jam tiga atau kadang setengah jam sebelum adzan shubuh *zombiiiiieeeeeee* 

Btw, mau share beberapa foto di Stase UI :D



Nah, setelah gue terbiasa banget dengan rutinitas dan kebiasaan itu, ketika akhirnya gue pulang ke rumah, kok jadi males lagi, ya? Apa karena kasur di kamar terlalu empuk dan adem, jadi gue bisa tidur 10 jam sehari?? Atau karena internet dan TV dengan channel ratusan ada di rumah? Wow, kenyamanan seperti itu benar-benar nggak terlalu membawa pengaruh baik ternyata 😞