Tuesday, June 8, 2010

I Failed... Better

Pengumuman Ujian Masuk Bersama (UMB) baru aja dibuka dan dengan melihat judul postingan ini, kalian sudah pasti tau kan kalau gue sekali lagi GAGAL. Meski secara ajaib dan amat sangat diberkahi, gue berhasil terpilih untuk mendapatkan PMDK UIN Jakarta Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi.

Gue sempat merasa cukup puas dan akhirnya nggak mau terlalu usaha buat ujian universitas yang lain karena gue pikir, "Ah, gue udah dapet PTN kok. Universitas yang lain untung-untungan aja deh." 

Yep, pikiran tak membangun ini sudah ada di otak sejak gue dinyatakan lolos PMDK UIN. Gue jadi malas-malasan dan hanya belajar saat di Mabit atau di Nurul Fikri. Saat ngumpul sama para intelektual muda yang masih berjuang memperjuangkan PTN itu. I'm such a loser. Well, at least until my brother came home from Bandung. Gue dengan bangganya pamer bahwa sudah diterima di PTN. Tapi, kakak gue itu malah bertampang biasa banget...

Mas Inu : "Lo mentang-mentang udah dapet UIN terus nggak mau nyoba PTN Favorit yang lain? Gampang puas banget. Perjuangan begitu doang. Kurang berasa feel kemenangannya..." 

Abis dengar kata-katanya itu, gue ngambek karena ngerasa diremehin dan dia nggak bangga sama sekali. Serius deh, di keluarga gue itu mudah untuk membuat Mama dan Papa merasa bangga terhadap anak-anaknya yang lain. Tapi, membuat seorang MAS WISNU bangga itu susahnya MINTA AMPUN!! Cuma sekali gue pernah membuat dia bangga dengan gue: Tahun 2009 lalu saat gue menang Lomba Novel Islami Tingkat Nasional... Dan itu adalah sekali-sekalinya dia cerita ke teman-temannya tentang gue. Adik perempuannya yang baru menjadi juara satu tingkat nasional. Cuma saat itu. Mungkin sebelumnya, teman-teman dia nggak ada yang tau kalau dia punya adik perempuan.

Back to the main story: Mama dan Papa udah senang banget mengetahui anaknya diterima di Universitas Negeri. Sebuah PTN adalah suatu kebanggaan yang susah banget untuk diraih. Makanya gue dan orangtua nggak pernah meremehkan PTN manapun.

Ada benarnya juga kata-kata Mas Inu. Terasa... kurang. Gue merasa nggak cukup pantas mendapatkan PMDK itu karena usaha yang gue lakukan untuk PMDK itu belum maksimal. Dan memang sih, dikelilingi orang-orang yang berlomba-lomba mengejar PTN Favorit membuat gue merasa termotivasi juga untuk bisa mendapatkan PTN Favorit.

Nah, setelah pengumuman SIMAK, gue merasa tertampar ya. Apalagi melihat semangat teman-teman Mabit yang meski udah gagal, mereka sepertinya masih berapi-api demi sebuah PTN Favorit. Dan dari situ, gue udah nggak terlalu males lagi. Gue merasa kalau gue belajar demi UMB, kayaknya masih bisa lolos deh. Kapasitas belajar gue meningkat lumayan banyak dibanding sebelum SIMAK, apalagi setelah mulai Mabit Intensif, gue semangat banget buat selalu nanya dan minta diajarin.

Jadi, kalau kali ini gue gagal lagi, gue nggak terlalu kecewa. Karena setidaknya... kali ini gue gagal lebih baik karena gue mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh dan setidaknya, doa dan belajar untuk UMB juga jauh lebih baik dibanding waktu SIMAK UI. Dan di kesempatan terakhir ini... di SNMPTN untuk meraih PTN Favorit, kalaupun nantinya gue gagal lagi, gue sudah menemukan pikiran positif. Allah SWT akan memberikan gue kampus dan jurusan yang terbaik untuk masa depan gue. Mungkin kalau nanti gue gagal lagi, gue memang ditakdirkan untuk mulai memakai jilbab di UIN dan mungkin itu akan membuat gue menjadi Muslimah yang lebih baik. Mungkin Jurnalistik memang adalah yang terbaik dan paling pas buat gue karena itu Allah nggak mengizinkan gue diterima di PTN lain. Ya, pada akhirnya gue akan tetap bersyukur.

So, I'll keep moving forward dan melakukan yang terbaik yang gue bisa lakukan demi SNMPTN ini. Bismillahirrohmanirrohim... Semoga teman-teman yang lain juga diterima di PTN yang terbaik untuk mereka dan masa depannya 💜

Thursday, May 20, 2010

Mabit Intensive (Stase at Akses UI)

This is not good... this is really not good. I'm getting lazy... 😐

No no no, not because of Mabit Intensive at Stase UI yang baru kemaren gue ikuti. Tapi, justru karena sekarang gue udah berada di rumah. Di surga dunia... and seriously, berada di rumah malah bikin gue males-malesan. Mungkin karena keadaan rumah yang terlalu nyaman sehingga bawaannya bikin mau tidur dan santai terus. 

Ini GAWAT (-_-")

GAWAT... Karena baru dua minggu kemaren gue berubah jadi anak yang rajin banget: sholat lima waktu (yang ini emang wajib sih jadi nggak boleh males 😈), selalu ngerjain Problem Set NF sampai abis, berkali-kali minta ajarin teman materi yang gue belum ngerti, dan terus begitu. Dua minggu kemarin selama liburan, waktu bener-bener nggak terbuang sia-sia. Yah, mungkin karena gue ikut Mabit Intensive kali ya, hehe. I've told you before about it, right? Pokoknya, minggu kemarin jadwal gue nginep di Nurul Fikri Mampang. Dan tanpa pengawasan kakak pengajar mabit. Dengan kata lain, kita dilatih buat belajar bertanggung jawab menjaga NF dan belajar mendisiplinkan diri sendiri *asek... 

Di NF Mampang, karena nggak ada TV dan hiburan remaja lainnya selain teman-teman Aroma, maka nggak mungkin kan kita cuma ngabisin waktu dengan malas-malasan doang. Dan lagipula kita harus menyelesaikan level-level di Buku Ketentuan Mabit Intensive. Jadi, kita dipaksa untuk rajin. Plus, kita semua para Mabiters juga ingat bahwa UMB (Ujian Masuk Bersama) makin dekat. Kita harus belajar dan saling mengajari 😉

Nah, minggu ini, Aroma dapat Stase (nginep) di Akses Universitas Indonesia. Intinya, kita nggak boleh ikut les di NF Mampang, melainkan NF Akses yang letaknya dekat Fakultas Teknik UI. Para kakak Mabit udah menyewa sebuah rumah buat Aroma dan Ronceng (rombongan C yang satu Stase dengan kita) di dalam UI itu. UI itu luas, dan ada perumahan juga di dalamnya. Kita menginap disana.. tapi di kampung-kampungnya. Dan rumah itu benar-benar KOSONG MELOMPONG. Rumah sederhana yang bagus, tapi tanpa perabotan. Kita harus bawa selimut dan bantal sendiri kalau mau nyaman. Gue pribadi sih nggak bawa benda-benda itu. Cuma baju, buku-buku, dan peralatan mandi. Itu aja udah bikin satu tas Hellorwin penuh dan berat. Jadi, alas tidurnya numpang sama yang lain (nggak mau susah nih begini).

Berhubung di Kontrakan itu nggak ada TV dll, kita semua jadi nggak punya hal lain untuk dilakukan selain belajar. Well, emang tujuan kita dikirim ke UI bukan buat piknik, tapi belajar bertanggung jawab dan mandiri, hehe. Tapi berhubung semua pada bawa HP, kita masih bisa Internetan. Tapi, sepertinya kapasitas Internetan gue dan Maya (temen Mabit yang aneh banget tapi kocak) sedikit berlebihan. Di hari pertama, kita jadi rada malas gitu... tapi, alhamdulillah diingatkan oleh kakak Mabit yang baik hati. Dan kita pun memutuskan untuk nggak Internetan sampai UMB selesai (this is really hard for me... but I have no choice (>_<))

Yah, alhamdulillah sih karena aturan itu, gue jadi punya banyak waktu buat minta diajarin teman-teman dan hasilnya, gue merasa otak sedikit... emm... terisi 😆 Tapi buat Matematika, my brain really won't work with me. Nggak ngerti sama sekali meski dijelasin berkali-kali jugaaaa *stupid stupid stupid* tapi yaudah deh. Semoga lima pelajaran lainnya bisa menolong (amieeen)

Btw, di Mabit Intesif, gue terbiasa bangun duluan daripada matahari lho karena kita sholat shubuh berjamaah dan nggak tidur lagi setelahnyaaa... and that really makes me feel even more fresh. Padahal tidurnya cuma dua atau malah satu jam sehari. Apalagi dengan insomnia ini, yang lain udah molor jam satu malem, gue baru molor jam tiga atau kadang setengah jam sebelum adzan shubuh *zombiiiiieeeeeee* 

Btw, mau share beberapa foto di Stase UI :D



Nah, setelah gue terbiasa banget dengan rutinitas dan kebiasaan itu, ketika akhirnya gue pulang ke rumah, kok jadi males lagi, ya? Apa karena kasur di kamar terlalu empuk dan adem, jadi gue bisa tidur 10 jam sehari?? Atau karena internet dan TV dengan channel ratusan ada di rumah? Wow, kenyamanan seperti itu benar-benar nggak terlalu membawa pengaruh baik ternyata 😞

Friday, May 7, 2010

Liburan = Mabit Intensif 2010

Hello...

How's everybody doing? So far... I'm still alive and now I'm on holiday.
Kayaknya asik banget ya... Holiday = senang-senang, leha-leha, tidur setelat mungkin, bangun pun sesiang mungkin. Just do something fun. Haha.. sayangnya,  

That's not happening to me!!

Ya ya ya... Gue memang sedang dalam liburan panjang karena sudah lulus Ujian Nasional dan nggak ada kewajiban lagi untuk datang ke sekolah selain untuk cap 3 jari buat ijazah dan semacamnya. Tapi, ternyata aktivitas di liburan ini justru meningkat 3 kali lipat dari waktu gue masih sekolah. Dan semua itu dikarenakan... Mabit Intensif dimulai.

NO NO NO... It doesn't mean I hate Mabit Intensive. I love it. It's fun and it gives me so many things to learn to be a better and better and better person than I am now. And it also helps to force me to open my book and read it. It forces me to study for SNMPTN and UMB. But I just... sometimes... can't stand the routines and the schedules yang super super padat dan melelahkan itu. I've told you guys before that I'm the kind of girl who loves doing nothing. Which means... Gue yang dulu *dan sampai sekarang juga masih* adalah orang yang lebih suka santai, baca buku yang lama, tidur yang lama, makan, nonton TV, kalaupun main juga palingan sebentar. Belajar aja hanya sekedarnya. Nunggu mood dateng. Nggak munafik dan nggak mau sombong (apanya yang disombongin?)... but that's me -_-

Dan Mabit Intensif ini dilakukan sepanjang bulan Mei. Bahkan di hari ulang tahun gue pun, gue nggak akan bisa merayakannya karena pada hari itu, gue juga Mabit. Dan tugas juga udah sebanyak-banyak apaan tauk deh sampe otak panas. Well, it's good actually 'cause I can do something useful than just laying on bed or sitting all day long in front of computer. And I could get to know my Mabit friends better. Mabit Intensif is a good thing of course... but such a weak person like me... sometimes feels like... I CAN'T STAND IT. I'm so sad about myself for being so uncool 😞

Gimana ya... justru di bulan Mei ini... teman-teman sekolah mengadakan berbagai acara seru untuk menikmati liburan. Tapi nggak satupun dari acara itu yang bisa gue ikuti. Well, semoga aja ini semua bisa menghasilkan hal yang baik di akhir. Seperti kata pepatah,

Bersakit-sakit dahulu... bersenang-senang kemudian. 

Gue harap semua ini bisa memberikan hasil yang memuaskan. So... I'll try to keep moving forward and get myself used to these routines. Wish me luck and can do all the best that I can. Bismillahirrohmanirrohim...

Monday, April 26, 2010

Mengenang SMA :')

Gue sudah dinyatakan lulus dari SMA Muhammadiyah 4 dengan nilai yang nggak malu-maluin. Dan gue juga sudah diterima Perguruan Tinggi Negeri Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta untuk kuliah. Alhamdulillah!! Rasanya... hidup terasa ringan banget. Semuanya sudah berlalu... masa-masa ujian, masa-masa belajar demi meraih kampus impian, semuanya... selesai *oke, ini kesannya kayak udah mau mati*

Gimana ya... Gue merasa puas karena pintu menuju masa depan bagi gue udah terbuka. Gue hanya tinggal masuk dan mulai menjalani kehidupan baru yang disebut kuliah. Tapi, gue juga merasa berat banget ninggalin SMA. Gue sering dengar kata-kata ini, "Masa SMA adalah masa terindah dalam hidup manusia..." 

Gue nggak tau siapa yang bilang, tapi kata-kata itu jelas sangat benar dalam kehidupan gue (sejauh yang pernah gue alami, entah kuliah nanti). Gue mengalami berbagai hal di SMA yang nggak mungkin dilupakan tapi nggak bisa juga diceritakan satu persatu.

Di SMA Muhammadiyah 4, gue mengenal berbagai macam karakter. Gue belajar banyak hal dari orang-orang itu. Padahal mungkin mereka nggak sadar kalau mereka udah memberikan banyak pelajatan buat gue. Mereka membuat gue mempunyai pandangan baru. Membuat cara berpikir gue lebih terbuka dan nggak sembarangan menilai dan menghakimi seseorang dari luarnya aja.

SMA Muhammadiyah 4... awalnya bukan SMA yang gue inginkan. Dulu, gue malah pengin cepet-cepet keluar dari sekolah ini, tapi sekarang saat masa-masa SMA itu udah hampir selesai, gue malah berharap punya mesin waktu untuk memutar hari dan mengembalikan gue ke masa-masa sebelumnya. 

Sekolah yang dulu gue caci maki, gue remehkan, dan kita ejek bareng-bareng ini ternyata meninggalkan kesan yang dalam banget buat gue *nahan ingus dan air mata*! Saat udah mau selesai kayak gini, rasa sayang gue terhadap sekolah dan teman-teman justru naik dua kali lipat. 

Okelah... mau sharing foto-foto dengan seragam dulu deh :)

 
 

Begitulah, sedikit dari bejibun foto kenangan yang nggak mungkin dimasukin semuanya ke blog. Well, all I can say is... I'll miss high school a lot. Setelah ini, kita semua udah menentukan jalan masing-masing untuk ditempuh menuju masa depan. Dan hidup akan terus berjalan. Kita mau minta kayak apa juga waktu nggak akan berputar kembali... yang kita bisa lakukan hanya menyimpan kenangannya di dalam hati. Dan suatu hari nanti saat kita bertemu lagi dengan teman-teman SMA... kita bisa ketawa sama-sama mengingat masa-masa terindah itu.

Btw, gue masih harus mengurus ijazah dan semacamnya juga sih, jadi masih bisa ke sekolah dan ketemu teman-teman, hehe. Pesan gue cuma satu, nikmati setiap detik dalam hidup karena suatu saat hal itu akan menjadi kenangan manis yang pasti akan kita rindukan.

"High School Musical... who says we have to let it go. It's the best part we've ever known... step into the future. We'll hold on to it." 

Someday we'll be looking back... memories that we have... the best of time 💜

Friday, March 26, 2010

The National Exam Is OVER... *Dances HSM*

Ah... Friday! I love that day especially this week.
 
Kenapa? 
Pertama = Karena setelah Jumat adalah Sabtu-Minggu alias Weekend 
Kedua = The last day of my school days 
Ketiga = HARI BERAKHIRNYA UJIAN NASIONAL 2010! AKHIRNYAAA!

Setelah lima hari bertarung, bergulat, bersenggama *??* dengan soal-soal yang bikin otak panas itu, GUE BEBAAAASSS... *dance lagu High School Musical yang What Time Is It?!

Okay, memang belum bebas sepenuhnya sih, tapi minimal udah lega sedikitlah. Hanya tinggal Ujian Sekolah, Praktikum, dan Ujian Perguruan Tinggi Negeri dan bla bla bla. Tapi yaaah... minimal kan udah satu ujian dilewati. Tinggal tunggu hasilnya *mudah-mudahan lulus... mudah-mudahan lulus... mudah-mudahan luluuuuus*

Btw, here's my impression from the exam days!

Day I : 
Bahasa Indonesia : Pengawas 2 orang, laki-laki dan perempuan. Satu ibu-ibu pakai kacamata coklat, matanya mengarah ke gue melulu,  bikin grogi berat... eh pas hampir selesai waktu ujian, teman ngasih tau kalau ternyata ibu pengawas itu tidur. Cuma nggak kelihatan karena kacamatanya coklat. Capek deeeeeh 😐

Sosiologi : I never thought that Sociology would be sooooo difficult. Soalnya ternyata nggak kayak yang gue kira (gampang, meremehkan, nggak penting, kena karma kan, An) dan sempet mangap-mangap juga tuh bacanya. Ckckck... ahhh yang penting udah selesai 😜 Btw, pengawas untuk ujian Sosiologi baik-baik banget orangnya. Makasih yaaaa 

Day II
Bahasa Inggris : Tak ada masalah... alhamdulillah kemampuan bahasa Inggris gue yang waktu SMP anjlok banget sekarang udah naik levelnya. So far... tak ada kesulitan yang berarti selama mengerjakan bahasa Inggris x) *sombong mode = ON* 

Day III : 
Matematika : The worst day of all Exams! Gue hanya bisa bilang makasih sama pengawasnya yang super duper baik banget. Dan tentang jawaban gue di soal Matematika yang sangat @#$$%%##!@@$$%$%#$@#@ *sensor* itu, gue hanya bisa pasrah kepada Allah SWT dan Nizar 😏 

Day IV :
Geografi : Soalnya susah... pengawasanya apalageeeee. Wadeziglah pokoknya 

Day V :
Ekonomi : Soalnya susah tapi kita mendapatkan pengawas terbaik yang pernah ada wakakakak. Makasih ya ibu-ibu... kami akan mengingat kalian di lubuk hati yang terdalam 😆

AND... THAT'S IT. MY NATIONAL EXAM'S FINALLY OVER. Dancing... screaming... lalalalalalaaaa... semoga aja hasil Ujian Nasionalnya nggak mengecewakan. Minimal... Gue nggak mau remedial dan semoga lulus 100% untuk semua siswa SMA/SMK di Indonesia. Well, denger-denger sih katanya UN tahun ini terakhir, jadi gue berharap kita semua bisa diluluskan *amien*

Aaaah... BYE NATIONAL EXAM... WE WON'T MISS YOU... NEVER... EVER... 

Sunday, March 7, 2010

My Name is Khan at Midnight

Hallo... 

Semalam gue mengalami hari yang cukup unik deh, haha. That's why I think I should write the story in here *meski belom tentu ada yang baca* Anyway, semalam itu kan malam Sabtu, dan harusnya gue ikut sesi Mabit, tapi nggak berangkat karena ada pernikahan saudara. Mana acaranya jauh pula... di Bekasi. Anehnya, kita hampir nyasar ke Bandung pas perjalanan pulang. Zzz... 

Nah, di perjalanan pulang, gue iseng bilang, "Ma... nonton My Name is Khan, yuk!" padahal itu udah jam 9 malem. Jadi, sebenarnya nggak berharap bakal diizinin juga. Tapi, ternyata jawaban Mama, "Ayuk... tapi jam segini udah pada mulai pasti filmnya. Yang midnight aja ya." Pas denger itu, gue jelas aja melongo... Gaul banget si Mama ngajakin nonton midnight... -____- tapi akhirnya kita berangkat juga. Sampai rumah, ganti baju, Internetan bentar sembari nunggu Mama ngabisin sinetronnya, barulah kita jalan. Berdua doang pula. Soalnya si Adik nggak mau ikut dan lebih milih main PlayStation. Papa juga nggak mau karena capek abis nyetir dan nyaris nyasar ke Bandung 😔. Awalnya mau naik motor aja, boncengin Mama karena kita jalan jam setengah 11 malam... udah nggak ada kendaraan umum lagi. Tapi, motor tua itu kagak mau hidup. Yasudahlah, akhirnya kita naik ojek saja. Bertiga pula. Ke Pejaten Village pula. That was totally random for me 😏

Singkat cerita kita sampai di Penvil yang udah gelap dan harus naik ke lantai paling atas karena hanya tinggal bioskopnya yang buka. Setelah beli tiket beres, gue beli Popcorn dan fanta *dan ngomel karena cuma begitu aja aja abis 70ribu. Mahalan snack-nya daripada tiket nonton*. Baru juga duduk sebentar sambil nunggu film, Mama numpahin fantanya sedikit. Clumsy as always. Oke, masih wajar. Terus kita masuk ke dalam teater satu, Mama naruh fantanya di bawah. Eh, ketendang sama kakinya sendiri. Tumpah semua... Zzzz -,- 

Dan saat itu yang disalahkan malah gue pula... Tambah Zzzzzzzzzz 

Mama: Yah... kamu sih De, nggak bilang kalo ada tempat buat naruh minumnya" *maksudnya yang di samping setiap kursi bioskop 

Ade: Yaaah... Ade kira mama tauk.

Mama: Ya nggak taulah. Kamu harusnya ngasih tau

Ade: Iya deh iyaaa... *dalam hati menggerutu*

Sunyi sebentar, kirain udah selesai complain-nya... tapi tau-tau "harusnya kamu beli yang botolan biar nggak tumpah" Eh, si Mama masih nyambung aja deeeh. Diam sajalah daripada ribut terus 😐

My Name is Khan 
Pemeran utama film ini adalah Shahrukh Khan dan Kajol, dua sejoli India yang legendaris banget dengan filmnya Kuch Kuch Hota Hai. Gue nonton film itu waktu masih TK kalo nggak salah. Tapi, di film My Name is Khan ini, mereka udah berbeda jauh dari Kuch Kuch Hota Hai. Ya iyalah, itu belasan tahun yang lalu 😏

Spoilers Film
Sutradara filmnya masih sama... Karan Johar. Singkatnya, ini adalah cerita tentang seorang penderita Autisme syndrome bernama Rizvan Khan (Shahrukh Khan). Maap pemirsa, gue lupa nama lengkap penyakitnya. Pokoknya, Rizvan itu takut dengan suara bising, orang-orang baru, dan keramaian, juga warna kuning. Rizvan juga nggak bisa mengekspresikan perasaannya dengan kata-kata. Ia menuliskannya. Tapi lama-kelamaan ia mulai sedikit membaik seiring dengan ia bertambah dewasa. Nah, Rizvan memang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Dia bisa memperbaiki berbagai macam kerusakan mesin dan semacamnya. Dia bisa mengingat banyak hal. Dan dia adalah seorang Muslim India yang taat. Sedari kecil, ibunya mengajarkan Rizvan bahwa di dunia ini hanya ada dua perbedaan "Insan yang melakukan hal baik dan insan yang melakukan hal buruk" dengan maksud agar Rizvan tidak salah menilai sesuatu. Oleh karena itulah, Rizvan tidak membedakan antar agama manapun dan selalu melakukan kebaikan kepada siapa pun.

Setelah ibunya meninggal, Rizvan pindah ke Amerika menyusul adiknya dan mulai bekerja disana sebagai Sales. Singkatnya, dia bertemu Mandira (Kajol), seorang perempuan Hindu India yang cantik dan janda beranak satu. Menikahlah mereka tanpa memperdulikan perbedaan agama. Suatu hari, selang beberapa tahun setelah pernikahannya, ada berita bahwa beberapa gedung di Amerika di bom oleh teroris Muslim (Tragedi 9/11). Tragedi itu menimbulkan perubahan sikap dari para orang Amerika terhadap orang-orang Muslim yang tinggal di Amerika atau yang kita kenal dengan Islamophobia. Dan akhirnya juga menimbulkan masalah terhadap rumah tangga Rizvan dan Mandira. Perbedaan sikap terhadap orang Muslim itu juga menimbulkan keinginan Rizvan untuk mengatakan pada seluruh dunia bahwa ia seorang Muslim dan bukan Teroris. Sebenarnya hal itu juga perintah dari Mandira yang mengatakannya saat sedang dimakan api kemarahan. Rizvan pun ingin menemui Presiden Amerika hanya untuk mengatakan "My Name is Khan and I'm not a terrorist..." dan untuk itu Rizvan harus menempuh perjalanan panjang nan berat. Rizvan tidak mau berhenti sebelum tujuannya tercapai.

Banyak kejadian-kejadian yang tak terduga sepanjang film, hal-hal yang akan bikin kita tertawa, lalu menangis, lalu merenung, dan berpikir, film yang amat sangat cerdas. Selain itu, meski tokoh utama dan penceritaannya diambil dari perspektif seorang Muslim, tapi film ini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan agama. Lalu, apakah Rizvan berhasil menemui Presiden Amerika? Silahkan ditonton dan temukan jawabannya sendiri, ya. 

Karismanya yang tak pernah hilang....

Film My Name is Khan berbeda dari film India lain yang kebanyakan nyanyinya. Sang sutradara membuat film ini bisa dinikmati kalangan universal tanpa melepas nuansa India-nya. Dari segi akting, wooow... Shahrukh Khan memang aktor India legendaris. Dia bisa dengan sangat baik memerankan tokoh Rizvan yang memiliki Autisme. Gue kagum dengan caranya berbicara dan berekspresi. Dan Shahrukh Khan ini juga nggak kehilangan karismanya, lho. Mukanya tetap nggak berubah, cuma sedikit ada kerut aja, hahaha. Kalian nggak akan bisa menebak kemana arah ceritanya... dan justru akan dibuat kaget dengan twist-twistnya. Hal yang paling berkesan bagi gue adalah sosok Rizvan itu nggak bisa menangis untuk menunjukkan kalau dia sedang merasakan emosi kesedihan. Tapi, Rizvan selalu membawa 3 batu kecil saat dia sedih atau takut. Lalu, dia akan membaca surat Al-Ikhlas. What a sweet reminder for all of us Muslims to always remember Allah SWT even during our darkest moments :")

Semoga review ini bermanfaat ya.

Friday, January 22, 2010

A Busy Girl

YES... I officially have become a busy girl since I'm a senior year now.

Padahal gue merasa baru kemarin tercengang-cengang melihat gedung SMA Muhammadiyah 4 dan pura-pura sakit waktu MOS untuk menghindari hukuman karena nggak bawa peralatan lengkap. Kayaknya baru kemaren gue terkagum-kagum melihat anak-anak IPM di sekolah, memperhatikan para senior, menjadi anak ingusan yang bisanya bengong kalau melihat senior lagi melabrak adik kelasnya...

TAPI SEKARANG.... 
SEKARANG GUE ADALAH SENIOR ITU 
*tanpa aksi melabrak karena bullying is never cool so f*ck you bullies* ... 

Waktu justru berlalu sangat cepat saat kita mengharapkannya untuk melambat, boi. Dan itu adalah sesuatu yang nggak bisa kita tolak bagaimanapun caranya. Dan seiring dengan berubahnya status gue menjadi 'Kelas XII', berubah pula jadwal sehari-hari yang biasanya: Makan, tidur, sekolah, nonton TV, internetan, belajar sekedarnya (jangan ditiru), dan berbagai hal santai lain yang ternyata... membosankan!! Memasuki Kelas XII ini, gue mulai sadar kalau gue nggak bisa terus begitu. Gue mulai memikirkan dan mencari tahu cita-cita apa yang ingin gue kejar, ingin menjadi apa gue di dunia ini?

Singkatnya, tujuan gue adalah lulus UAN (Ujian Akhir Nasional), UAS (Ujian Akhir Sekolah), dan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tapi, nggak segampang itulah, apalagi melihat kadar otak gue yang sepertinya tak menjangkau rata-rata. Jadi, gue harus ekstra belajar demi meraih mimpi-mimpi itu. Dan karena itulah gue daftar les di Nurul Fikri di Mampang. Jadwal les gue adalah Sabtu dan Minggu pula. Kebayang nggak sih, gue yang biasanya ngorok sampai siang di rumah di hari Minggu, ini jam 11 harus udah ada di NF. Aku tak biasa... aku tak biasaaa...

Tapi, setelah dijalani, ternyata nggak berat-berat amat kok. Dari NF itu pula, gue bergabung ke Mabit Nurul Fikri, singkatnya itu ekstrakurikuler yang dibuat para alumnus NF yang sudah tembus PTN dengan tujuan menggempur kita untuk belajar lebih demi masuk PTN. Dan para pengajarnya masih sangat muda. Rata-rata 18 tahun. How cool is that. Sesi Mabit dimulai setelah NF selesai, dari setengah 8 sampai setengah 10 malam, itupun bagi cewek (akhwat) doang. Yang cowok lanjut menginap sampai jam 5 pagi, belajar. Tapi, hari Minggu-nya mereka nggak usah datang ke Mabit lagi, hehe. Lumayan kaget juga sih saat penyesuaiannya. Namanya orang biasa santai (terlalu santai lebih tepatnya), tiba-tiba jadi padat jadwal begini. Tugas dan PR dari Mabit lebih banyak daripada tugas sekolah pula. Well, selama bukan PR Matematika sih, gue akan tetap mencoba mengerjakan. Tapi, kalau sudah Matematika... Angkat bendera putih, deh!

Dari sekolah pun juga ternyata ada Bim Belajar setiap hari, dan tau-tau gue berubah jadi cewek yang setiap hari harus ngerjain PR dan soal ujian. How weird is that... hahaha 😔

Fyi, salah satu alasan gue serius belajar adalah karena Mama menjanjikan kalau gue tembus PTN, gue akan diajak ke Belitung. Hoaaaah... udah pengin banget mengunjungi pulau itu sejak baca novel Laskar Pelangi. Andrea Hirata is just really genius when he tells the beauty of Belitung Island. And it makes me fall in love with that island. Jadi kawan... tolong doakan perjuangan gue yaa.

THANK YOU