Saturday, June 30, 2012

Sunday, June 17, 2012

Life is a Journey.....

So, these past few days, me and my friends from PSM UIN Jakarta are busy working on a fund raising project for Festival Paduan Suara ITB and Grand Prix Pattaya Thailand. We're selling cakes and snacks in college, singing in many places, and many more in order to gain money. So many projects, so many things to do. Sometimes I felt tired, but doing those stuffs together with my beloved friends will immediately raise my mood up. I'm so excited to be active in this organization because I learn about many things which will improve myself.



Working to earn money is actually hard, you know. By doing these things, I learn to appreciate every money I would spend. We put our 100% effort into this project. Hopefully it will give us great result. Amien. :)

Saturday, June 9, 2012

Untuk Kamu yang Namanya Terukir di Hatiku

Untuk kamu yang namanya terukir di hatiku saat ini
Aku sedikit bisa membacanya
Pesan yang kau sampaikan melalui tatapan lembut itu
Kasih yang tersirat dari pujian yang kau ucapkan itu
Semoga aku tidak salah mengartikannya

Untuk kamu yang namanya terukir di hatiku saat ini
Dapatkah kamu membacanya?
Pesan yang coba kusampaikan dalam setiap doaku
Kasih yang kusiratkan melalui sapaan tersipuku
Semoga kamu bisa mengartikannya

Untuk kamu yang namanya terukir di hatiku saat ini
Sekarang ini tak perlulah kita paksakan diri mengikat janji
Nikmatilah duniamu, dan aku akan menikmati duniaku
Biarlah rasa rindu itu kusampaikan pada Tuhan saja
Melalui doa-doa di setiap sujudku

Untuk kamu yang namanya terukir di hatiku saat ini
Percayalah, Tuhan telah menuliskan kisah terbaik untuk kita
Kamu bisa jadi anugerah terindah di masa depan
Atau pelajaran berharga dalam hidup kelak
Apapun itu, pertemuan denganmu takkan pernah kusesali

- Jakarta, 9 Juni 2012, Ba'da Maghrib

Sunday, June 3, 2012

You Don't Know, But I Do


It was under the tree
Our first encounter
The sun was burning at that time
I remember you smiled
Then you asked my name
You probably don't remember
But I do

It was in a small room
Our first conversation
You smiled again
And for the first time I noticed
It was one of the sweetest smiles
You don't know
But I do

It was in the cold night
I heard you said those sweet things
The moon was shining bright
You were probably joking
But my feelings weren't
You don't know
But I do

It was in a sunny evening
You stopped talking to me
And then I cried 
Asking myself what did I do to you
Your silence killed me
You don't know
But I do

I love you
You don't know
But I do

"He ignores you, but you like him. He does nothing, yet you fall for him. You miss him, even though you know he has never thought about you."

"Many times i've been alone, and many times I've cried. Many ways you never know, the many ways i tried..."

Tuesday, May 29, 2012

La Tahzan :)

Pembicaraan gue dan Mella pagi ini sambil menuju kafe Cangkir...
"Hari ini sebenarnya gue lagi sedih banget tauk, hahaha..."
"Sedih kenapa?"
"Masalah sepele sih, cuma karena cowok doang, hehe."

Lalu gue bercerita panjang lebar tentang masalah gue itu ke Mella...

"Itu nggak sepele, kok. Gue juga sering sedih karena cowok. Manusiawi."
"Lo juga hari ini kok diem terus? Pasti lagi ada masalah juga? Coba cerita."
"Nggak apa-apa kok."
"Bohong, ayo cerita...!!"
"Nggak apa-apa, Nyokab gue cuma lagi sakit aja."

*Jleb...*

Gue langsung teringat tentang Nyokabnya Mella. Dulu, Mella pernah cerita kalau Ibunya menderita kanker payudara dan sudah cukup parah. Namun Ibunya menolak untuk ke dokter. Dia lebih memilih pengobatan alternatif. Pagi itu dan sepanjang hari setelahnya, Mella hanya merenung. Kalaupun tersenyum, terlihat sekali dipaksakannya. Gue langsung menampar diri gue sendiri, menertawakan kebodohan gue. Betapa lemahnya gue, bersedih sepanjang malam hingga pagi cuma karena masalah nafsu duniawi, sedangkan sahabat gue itu sedang berusaha tegar atas kondisi Ibunya. Gue langsung bangkit dan kembali ke pribadi gue yang biasa lagi. Gue nggak pantas untuk bersedih, apalagi mengeluh, karena cobaan ini nggak ada apa-apanya. Gue hanya perlu menengok ke sekeliling, dan gue akan menemukan banyak orang lain yang jauh lebih pantas untuk bersedih dibanding gue. Ya Allah, semoga Mella dan keluarganya diberikan kesabaran dan Ibunya diberi kesembuhan. Amin.

Alhamdulillah, kesedihan gue itu juga terobati dengan keberadaan kawan-kawan PSM hari ini: Mudei, Subito, Tira, Apis, Gisti, Gupa, Cajon, Bang Otung, and Kak Guja. They really brighten up my mood today with their silly jokes. I couldn't stop laughing 'till I went home. I should be thankful because I'm surrounded by many great friends.  I shouldn't be sad. :)

Saturday, May 26, 2012

Salahkan Tuhan

Konser Lady Gaga di Indonesia dibatalkan. Penonton kecewa. Penonton menghina-hina FPI. Penonton menghina-hina negara. Penonton menghina-hina Polda. Penonton menyalahkan rakyat Religius yang dianggap kuno dan ketinggalan jaman karena tidak menyetujui terjadinya konser tersebut. Penonton mencari-cari kesalahan atas apa saja yang bisa memuaskan mereka. Lucu ya, melihat drama yang terjadi di negeri ini.

Kalau dipikir baik-baik, satu-satunya yang bisa kita salahkan adalah Tuhan. Kenapa? Karena yang menggagalkan acara tersebut adalah Dia. FPI, Polda, Negara, hanyalah perantaranya saja. Tuhan-lah yang mengatur segala hal di dunia ini, dari yang terkecil maupun yang terbesar. Kalau ingin menyalahkan, salahkanlah Tuhan karena Dia yang menuliskan cerita dunia ini. Dia yang menakdirkan kegagalan dan keberhasilan akan sesuatu.

Nah, apakah kamu cukup berani untuk menyalahkan Tuhan? Sudahkah kamu melihat dengan lebih baik lagi atas alasan dibalik setiap cerita ini? Sudahkah kamu berpikir bahwa Tuhan mungkin cemburu karena kamu terlalu memuja manusia yang diciptakannya sedangkan kamu sendiri lupa untuk beribadah kepadanya? Pernahkan kamu meniatkan sesuatu untuk menyenangkan Tuhan, sekuat kamu meniatkan sesuatu untuk menyenangkan manusia lainnya? Tuhan adalah Maha Pencemburu, dan Dia berhak untuk cemburu. 

Saya bukan fans Lady Gaga. Saya juga bukan bagian yang mendukung FPI. Terjadi atau tidak terjadinya konser tersebut tidak memberikan pengaruh apapun untuk saya. Hanya saja, lucu melihat banyaknya orang yang marah-marah dan menghina-hina negara terlalu berlebihan karena hal tersebut. Drama kehidupan yang diciptakan Tuhan ini memang lucu.

Reunion

It was three years ago when I met Mr. Wordless for the first time. At that time, I didn't even dream that we would become such a good friends. I was a fan of a movie that he was in, so I thought he was kind of unreachable since he was an actor of a big movie. I was wrong. It's been three years. I don't know how did it happened, but we are keeping contact with each other since our first meeting through internet and phone. Two years ago, I met him again in Belitung when I was travelled there. It was a short meeting though, but our friendship still continues until now. And finally, we met again today after two years. This is the first time we both together alone. We watched the Avengers (and it was soooo cool!!) and had dinner. I was kind of nervous at first because it's been a while since we met, but he was so humble and friendly, haha. I didn't expected that 😁 We talked a lot about many things. I promised him that I would treat him, but apparently it's the other way around because Mr. Wordless was the one who paid my popcorn and the food (because I ran out of money, LOL). I'll treat you next time, boi, haha. Anyway, it's funny when we look back to our history. Who would have thought that you and me will become friends? No one can expect what the future will bring to them. Nor you and me. It was a nice reunion. See you again... :)